Tugas UAS

Nama : Asep Sunarya

NIM : 44304053

Mata Kuliah : Information, Communication and Technology (ICT)

Kelompok Kawasan : Asia Pasifik

Nama Negara : Timor Leste (East Timor)

Nama Blog : http://www.asepeasttimor.wordpress.com

1. Bagan Profile Timor Leste

Kapabilitas Politik Negara

Paham yang dianut

Uraian

Keterangan

Ideologi

Demokrasi-Liberal

Bentuk Negara Republik dengan Kepala Negara Ramos Horta dan Kepala Pemerintahan Xanana Gusmao Ada pengaruh Amerika dan Australia sebagai negara yang membantu kemerdekaan dalam ideologi dan struktur pemerintahan

Ekonomi dan teknologi

Liberal. Ekonomi Pasar – Teknologi Menengah Faktor Ekonomi masih dalam tahap perkembangan – Fasilitas dan Infrastruktur masih terbatas Perekonomian dan Teknologi Timor Leste masih dalam tahap pemulihan dengan bantuan pihak asing, setelah keterpurukan yang diakibatkan dari banyak konflik pasca kemerdekaan

Demografi

Jumlah Penduduk ; 1,108,777 (juli 2008

Agama ; Katolik (90%), Protestan (5%), Islam (3%), Buddha, Hindu, aliran kepercayaan (2%).

Bahasa resmi Timor Timur adalah bahasa Tetun dan bahasa Portugis. Sedangkan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dipilih sebagai bahasa kerja menurut konstitusi Timor Timur, ada sekitar 16 bahasa asli; Tetum Galole, Mambae dan Kemak yang gunakan oleh orang timor leste

Penduduk Timor Timur merupakan campuran antara suku bangsa Melayu dan Papua. Karena mayoritas penduduk beragama Katolik, maka kini terdapat dua keuskupan (diosis) yaitu: Diosis Dili dan Diosis Baucau yang meliputi empat distrik bagian timur Timor-Leste

Militer

Sekitar 1200 tentara aktif

Dari 1200 tentara, 500 orang keluar menjadi pemberontak Sisa nya kurang lebih 700 orang

Cabang Militer : Pasukan Pertahanan Timor-Leste (Forcas de Defesa de Timor-L’este, Falintil (FDTL)): Angkatan Darat, Angkatan Laut (Armada) (2008) Karena adanya permasalahn di militer maka 500 tentara keluar dari kesatuan dan mengikuti Alfredo Reinado dan menjadi pemberontak hingga akhirnya Alfredo Reinado tewas dalam percobaan pembunuhan Presiden Ramos Hort

Geografi

Letak Timor Leste berada di Asia Tenggara, Utara Barat Australia di Kepulauan Sunda Lesser pada ujung timur nusantara

Indonesia dengan Letak Koordinat : 8 50 S, 125 55 T,

Wilayah : total: 15,007² km, Daerah Perbatasan : Total : 228 km
Negara yang berbatasan : Indonesia 228 km, Garis Pantai: 706km

Wilayah maritim ; laut Teritorial : 12 nm, zona perbatasan : 24 nm, zona ekonomi eksklusif : 200 nm

Iklim ; tropis; panas, lembab; dipengaruhimusim panas dan hujan

Struktur tanah : Pegunungan.

Ketinggian : titik terendah : Laut Timor, Laut Savu, and Laut Banda : 0 m titik tertinggi : Foho Tatamailau : 2,963 m

Kekayaan Alam : Emas, Minyak Bumi, Gas Alam, Mangan, Biji-bijian. Tanah : tanah yang baik untuk ditanami : 8.2%, tanah subur : 4.57%
lainnya : 87.23% (2005). Tanah Irigasi : 1,065 ² km

Bencana Alam : Banjir dan longsor sudah umum terjadi, gempa bumi, tsunami, angin topan tropis

Sejarah Interaksi Internasional

Interaksi dengan Portugal selama masa penjajahan lalu Bersama misi PBB dalam upaya kemerdekaan

Dari Indonesia hingga interaksi dengan Negara lain setelah menjadi Negara merdeka Timor Leste

  • Dimulai dengan kedatangan orang-orang Portugis abad ke-16

  • Dilanjutkan dengan pembagian wilayah dengan Belanda dan Inggris

  • Mendapat perhatian dunia dalam tragedi kemanusiaan Santa Cruz

  • Kehadiran misi PBB Pasca dan Pra Referendum

  • Diplomasi untuk memperoleh pengakuan sebagai suatu Negara merdeka

  • Menjalin hubungan dengan Negara lain khususnya Negara Indonesia, Australia dan Portugal

Pembantaian pemuda Timor-Leste di pemakaman Santa Cruz oleh para serdadu Indonesia pada tanggal 12 November 1991 merupakan sebuah titik balik dalam perjuangan rakyat Timor untuk diakui secara internasional. Untuk pertama kali sejak invasi tahun 1975, kebrutalan militer Indonesia terhadap warga sipil terekam dalam film oleh media internasional. Film yang diselundupkan keluar dari wilayah tersebut beberapa hari setelah pembantaian awal, ditayangkan oleh berbagai televisi di seluruh dunia dan menyingkap keadaan sebenarnya tentang pendudukan Indonesia yang selama itu dicoba disembunyikan oleh Jakarta

Setelah menjadi negara sendiri Timor-Leste berusaha untuk bekerja sama dengan negara lain dalam semua bidang, begitu juga dengan berusaha meminta bantuan kepada Bank Dunia, PBB dan organisasi internasional lainnya dalam hal bantuan dana suport atau hal lainnya. Timor Leste sebagai sebuah negara juga ikut bekerja sama dalam berbagai forum internasional untuk ikut andil dalam penyelesaian isu-isu global

Keterlibatan dalam Perang

Selalu terlibat konflik dan perang dari jaman penjajahan hingga setelah menjadi Negara merdeka Timor Leste

  • Perang melawan penjajah portugis

  • Perang pra-integrasi dengan Indonesia

  • Konflik internal selama integrasi

  • Konflik Pendukung pro-Integrasi dan pro-kemerdekaan

  • Konflik Perpecahan Anggota Militer

selama 24 tahun berada di bawah naungan Republik Indonesia, laporan yang presentasikan di PBB tahun 2006 menyatakan bahwa kira-kira dari populasi sebanyak 750.000 jiwa sekitar 183.000 rakyat Timor Leste dibunuh dan meninggal sebagai akibat dari DOM oleh Indonesia

Keterlibatan dalam Perjanjian Internasional

  • Melakukan Perjanjian dengan PBB dalam masalah keamanan dan pemulihan keadaan di Timor Leste

  • Ikut dalam berbagai perjanjian di ASEAN Regional Forum

  • Melakukan Perjanjian perbatasan dengan Indonesia

  • Mengadakan Perjanjian dengan Australia dalam batas perairan

Menjelang diadakannya referendum kemerdekaan tahun 1999, Timor Leste mengadakan perjanjian-perjanjian internasional khususnya dengan PBB dalam hal bantuan pengamanan pelaksanaan jajak pendapat atau referendum hingga perjanjian untuk meenyelesaikan konflik antara Timor Leste dan Indonesia yang titandai oleh adanya misi-misi dari PBB seperti UNMISET, UNTAET, UNAMET dan the United Nations Integrated Mission in Timor-Leste (UNMIT), yang juga mendirikan Tim Penyidikan Kejahatan Serius (Serious Crimes Investigation Team) untuk melakukan penyidikan atas kasus-kasus mulai dari tahun 1999 yang belum sempat diselidiki juga, utusan PBB ini juga yang membantu rekonsiliasi dan recovery baik dalam hal pembangunan maupun pemerintahan.

Setelah menjadi negara sendiri Timor Leste, walaupun belum menjadi anggota ASEAN sepenuhnya tetapi pada Juli 2005 Timor Leste menjadi anggota ASEAN Regional Forum (ARF) sehingga Timor Leste bisa ikut dalam perjanjian-perjanjian yang dilakukan oleh anggota ASEAN walaupun tidak sepenuhnya bisa berperan aktif, Timor Leste juga ikut serta dalam perjanjian kerangka kerja dalam perubahan iklim atau UNCCC di Bali. Selain itu Timor Leste juga mengadakan perjanjian bilateral dengan negara lain antara lain perjanjian perbatasan dengan Indonesia juga Perjanjian dengan Australia dalam pengaturan tata laut di Laut Timor (CMATS) dan tentang pembagian sumber minyak dan gas yang menjadi bagian dari Laut Timor yang mana mengijinkan pembangunan pada Kerjasama Pembangunan lahan Petroleum untuk dilakukan, termasuk lahan Bayu-Udan. Timor Leste berusaha berperan aktif dalam perjanjian-perjanjian yang diadalakan PBB dalam permasalaha isu-isu global seperti HAM, Lingkungan Hidup dan lainnya.

2. Resume Weekly News (Event) :

  1. Keadaan Timur Leste bergolak. Sejak lepas dari Indonesia pada 1999, keadaan Timor Leste salalu jadi bahan pembicaraan berbagai kalangan. Perpecahan di dalam kubu kubu politik menjadikan negara ini sebagai negara yang penuh dengan pertumpahan darah. Puncakya adalah saat penembakan yang terjadi atas Presiden Timor Leste Ramos Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmao merupakan insiden mengejutkan. penyerang pemberontak terhadap Pemerintahan pada 11 Februari 2008, menyebabkan keadaan di Timor Leste kembali menjadi tidak stabil, penyerangan oleh pemberontak pimpinan Alfredo Reinado, yang mengakibatkan tertembaknya Presiden Ramos Horta, Ramos-Horta, penerima penghargaan Nobel perdamaian, menderita beberapa luka tembak akibat penyerangan di tempat tinggalnya, yang menewaskan pemimpin pemberontak Alfredo Reinado, PM Xanana Gusmão selamat tanpa cidera apa pun sedangkan Presiden Ramos-Horta selamat dengan dua luka tembak. Ia pun terpaksa dievakuasi dari Dili ke Rumah Sakit Royal Darwin untuk menjalani perawatan intensif sejak 11 Februari malam. Ketakutan awal akan kerusuhan oleh pendukung muda Reinado tak terbukti, tapi perburuan oleh tentara asing serta polisi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan polisi negara atas 17 pemberontak, yang dituduh terlibat dalam serangan itu, berlangsung. Kepolisian Timor Timur menahan lebih dari 200 orang pelanggar undang-undang darurat itu, kata polisi di Dili pada Senin. Pasukan polisi bersama pasukan asing dan angkatan bersenjata Timor Timur melancarkan gerakan terhadap pemberontak, yang diyakini terlibat dalam upaya pembunuhan pada pekan sebelumnya itu. hingga sekarang Presiden Ramos Horta sudah sembuh dan menganggap bahwa serangan pemberontak Alfredo Reinado mendapat bantuan dari Indonesia.

  2. Banyaknya konflik yang terjadi pra dan pasca kemerdekaan membuat negara yang masih terpuruk ini semakin menderita, konflik yang terjadi membuat fasilitas dan infrastruktur yang ada semakin berkurang karena rusak dan hancur, sehingga Timor Leste membutuhkan bantuan pihak asing untuk memulihkan pembangunan dan keamanan, tentara Timor Leste yang hanya 1200 dan minim peralatan militer, tidak bisa mengatasi permasalahan yang kompleks, ditambah lagi dengan komflik intern dalam militer sendiri yang mengakibatkan kepala polisi militer Falintil-Forcas da Defesa de Timor-Leste atau Falintil-FDTL, Alfredo Reinado memutuskan keluar dari militer Timor leste. Pada tahun 2006, Alfredo bersama 600 pengikutnya melakukan desersi. Atas perintah Perdana Menteri Mari Alkatiri, mereka kemudian dipecat. Kemarahan atas pemecatan massal itu membuat mereka melakukan perlawanan. Bentrokan pun tak terhindarkan. Hingga mencapai klimaksnya pada tanggal 11 Februari 2008 dengan penyerangan mereka terhadap Presiden Ramos Horta dan PM Xanana Gusmao. Tragedi ini menjadi penyebab ketidakstabilan situasi di negara tersebut. Membuat negara ini semakin sulit untuk merecovery bidang perekonomian dan pembangunannya.

3. Argumentasi Kapabilitas Timor Leste

Kapabilitas Timor Leste sebagai Negara mungkin masih rendah. Ini karena Timor Leste baru menjadi negara merdeka belum genap sepuluh tahun, artinya masih banyak hal yang harus dibenahi dulu serta meningkatkan pembangunan di berbagai aspek supaya kestabilan politik ekonomi dan sosial bisa tercapai, apabila keadaan nasional Timor Leste sudah kondusif maka, Timor Leste bisa berusaha untuk bisa setara dengan negara-negara tetangganya dahulu dengan jalan kerjasama baik bilateral maupun multilaretal. Hal ini penting, karena semua negara tidak bisa berdiri sendiri apalagi Timor Leste yang merupakan negara baru, harus bisa membangun hubungan untuk memenuhi kepentingan nasional yang tidak bisa terpenuhi di dalam negeri.

Potensi yang ada di Timor Leste yang bisa menjadi patokan atau framework antara lain ideologinya yang berupa demokrasi hal ini menjadi potensi karena negara-negara besar sebagian besar pendukung ideologi ini, dengan adanya kesamaan otomatis hubungan kerjasama dengan negara besar bisa lebih lancar. Hal lainnya adalah sumber daya alam yang dimiliki Timor Leste yang kaya dan terkenal dengan aneka hasil tambangnya seperti Timor Gap. Selain digunakan untuk memperoleh devisa negara dari hasil bumi untuk menunjang pembangunan, hal Ini bisa menjadi modal tawar menawar dengan negara lain untuk memberikan bantuan kepada Timor Leste dalam berbagai bentuk.

Bila kita bandingkan dengan negara tetangga. Timor Leste merupakan negara yang paling terbelakang dalam hal pembangunan, tetapi hal ini dikarenakan masih barunya Timor Leste untuk bisa menentukan sendiri pembangunan dan perkembangannya, dan banyaknya konflik yang terjadi, menghalangi pembangunan yang sedang dijalankan. Tetapi apabila Timor Leste bisa memanfaatkan potensi yang dimilikinya dan dengan bantuan negara lain khususnya Australia, Portugal dan Indonesia bukan tidak mungkin perkembangan Timor Leste bisa lebih baik dari negara-negara di Pasifik Selatan ataupun juga negara negara di Asia Tenggara. Karena bila dibandingkan dengan potensi yang dimiliki dengan negara di Pasifik Selatan seperti Kepulauan Solomon, Vanuatu, Tuvalu dan yang lainnya. Timor Leste lebih mempunyai potensi yang lebih baik baik dilihat dari sumber daya atau kepercayaan internasional khususnya negara maju dalam kerjasama internasional. yang diakibatkan dari keprihatinan negara lain terhadap apa yang dialami oleh Timor Leste selama masuk dalam negara Indonesia.

Bila dibandingkan dengan negara di kawasan lain kita bisa bandingkan dengan negara Montenegro atau Kosovo yang baru merdeka bahkan lebih muda dari Timor Leste, mungkin Timor Leste masih tertinggal dengan kedua negara ini, tetapi bila kita analisa adalah perbedaan dari negara induk atau negara yang sebelumnya bersatu dengan mereka. Montenegro dan Kosovo terpisah dari negara Serbia. Satu hal yang sama bahwa banyak konflik terjadi di saat mereka masuk dalam negara Serbia ataupun Serbia Montenegro, tetapi karena bantuan pihak lain khususnya organisasi internasional, yang membantu mereka untuk menjadi negara sendiri setelah mereka merdeka ataupun waktu masih dalam negara Serbia. Serbia merupakan negara Eropa yang pembangunannya lebih baik dari Indonesia apalagi banyak peranan Uni Eropa yang membantu pembangunan Serbia pasca pemerintahan Milosevic. Sedangkan selama dalam negara Indonesia, Timor Leste merasa termarginalisasi dan teranak tirikan, potensi yang ada di Timor Leste tidak bisa di manfaatkan pemerintahan Indonesia untuk pembangunan di Timor Leste sendiri, apalagi dengan adanya Daerah Operasi Militer menyebabkan banyaknya konflik di wilayah tersebut. Sehingga setelah merdeka Timor Leste merasa kesulitan untuk bisa maju terlepas dari Indonesia sehingga memerlukan bantuan dari negara lain.

Tahap-tahap yang bisa dilakukan Timor-Leste untuk bisa setidaknya menjadi negara maju dikawasannya, adalah pertama dengan benar-benar memanfaatkan sumberdaya yang dimilikinya untuk pembangunan dalam negeri, walaupun ada bantuan dari pihak asing hendaknya diperhatikan dulu bentuk kerjasamanya jangan sampai pihak asing malah mengeruk sumber daya yang ada tanpa ada manfaat besar yang di terima oleh rakyat Timor Leste. Yang kedua, isa lebih membangun hubungan baik dengan negara-negara dikawasan khususnya negara tetangga dan negara-negara maju di kawasan lainnya, ini dimaksudkan supaya potensi yang ada bisa di bisa dimanfaatkan secara global yang akan menguntungkan Timor Leste sendiri. Yang ketiga, mengatasi permasalahn konflik di dalam negeri supaya keadaan nasional Timor Leste bisa lebih kondusif dan stabil sehingga investor bisa mendapatkan kepercayaan untuk menanam investasinya di Timor Leste. Yang keempat, Timor Leste harus bisa berperan didalam sistem internasional baik itu aktif dalam berbagai organisasi internasional ataupun forum-forum komunikasi internasional dalam pemecahan masalah-masalah global, hal ini untuk memperlihatkan eksistensi Timor Leste sebagai negara yang aktif di kancah dunia. Dengan tahap-tahap tersebut diharapkan Timor Leste bisa lebih maju di tahun-tahun berikutnya.

3 Komentar

  1. suatu saat Negara Timor Leste adalah Negara terkayah di dunia

  2. bagaimana peran Australia di timor leste setelah kemerdekaan???

  3. thx iya for infonya,,,aqu hnya tnya aja,,,menghubungkan dengan power Timor- Leste dalam bernegosiasi dengan Australia mengenai kanalisasi sumber minyak Timor Gap ke Timor Leste..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kalender

    • Desember 2016
      S S R K J S M
      « Feb    
       1234
      567891011
      12131415161718
      19202122232425
      262728293031  
  • Cari