Tugas UTS

Nama : Asep Sunarya

NIM : 44304053

Mata Kuliah : Information, Communication and Technology (ICT)

Kelompok Kawasan : Asia Pasifik

Nama Negara : Timor Leste (East Timor)

1. Bagan Profile Timor Leste

Kapabilitas Politik Negara

Paham yang dianut

Uraian

Rincian

Uraian Rincian

Keterangan

Ideologi

Demokrasi Demokrasi yang mengikuti arah Australia Dikenal dengan nama Republik Demokrasi Timor Leste Bentuk Negara Republik dengan Kepala Negara Ramos Horta dan Kepala Pemerintahan Xanana Gusmao Ada pengaruh Amerika dan Australia sebagai negara yang membantu kemerdekaan dalam ideologi dan struktur pemerintahan
Ekonomi dan Teknologi Liberal. Ekonomi Pasar – Teknologi Menengah Ekonomi yang Kapitalis tetapi dalam pengawasan Pemerintah – Teknologi masih terbatas Faktor Ekonomi masih dalam tahap perkembangan – Fasilitas dan Infrastruktur masih terbatas Mata Uang ; US Dolar, GDP perkapita $2000, sumber ekonomi ; Pertanian 32.2%, industri 12,8% dan jasa 55% – Telepon ; 2500 jalur, Telepon HP; 49.100 pengguina (2006), Radio ; 21 station, Televisi ; 1 station, internet ; 94 ISP, airport ; 8 buah Perekonomian dan Teknologi Timor Leste masih dalam tahap pemulihan dengan bantuan pihak asing, setelah keterpurukan yang diakibatkan dari banyak konflik pasca kemerdekaan
Demografi Jumlah Penduduk ; 1,108,777 (Juli 2008)

Struktur ;

0-14 tahun: 35.1% (Pria 197,975/Wanita 191,716) 15-64 tahun: 61.6% (Pria 347,573/Wanita 334,908) 65 tahun dan lebih : 3.3% (Pria 17,578/Wanita 19,027)(2008)

Agama ; Katolik (90%),

Protestan (5%),

Islam (3%),

Buddha, Hindu, aliran kepercayaan (2%).

Bahasa resmi Timor Timur adalah bahasa Tetun dan bahasa Portugis. Sedangkan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dipilih sebagai bahasa kerja menurut konstitusi Timor Timur, ada sekitar 16 bahasa asli; Tetum Galole, Mambae dan Kemak yang gunakan oleh orang timor leste

Penduduk Timor Timur merupakan campuran antara suku bangsa Melayu dan Papua. Karena mayoritas penduduk beragama Katolik, maka kini terdapat dua keuskupan (diosis) yaitu: Diosis Dili dan Diosis Baucau yang meliputi empat distrik bagian timur Timor-Leste
Militer Sekitar 1200 tentara aktif

Dari 1200 tentara, 500 orang keluar menjadi pemberontak Sisa nya kurang lebih 700 orang

Peraturan umur masuk militer : 18 tahun (2001)

Cabang Militer : Pasukan Pertahanan Timor-Leste (Forcas de Defesa de Timor-L’este, Falintil (FDTL)): Angkatan Darat, Angkatan Laut (Armada)(2008 Alusista dan Fasilitas pertahanan yang dimiliki Timor Leste masih minim, tentara hanya mempunyai senjata pribadi, tidak mempunyai pesawat tempur, kapal militer dan fasilitas militer skala besar lainnya Karena adanya permasalahn di militer maka 500 tentara keluar dari kesatuan dan mengikuti Alfredo Reinado dan menjadi pemberontak hingga akhirnya Alfredo Reinado tewas dalam percobaan pembunuhan Presiden Ramos Horta
Geografi Lokasi ; Asia Tenggara

Letak Timor Leste berada di Asia Tenggara, Utara Barat

Australia di Kepulauan Sunda Lesser pada ujung timur

nusantara Indonesia dengan Letak Koordinat : 8 50 S, 125 55 T,

Wilayah : total: 15,007² km, Daerah Perbatasan : Total : 228 km Negara yang berbatasan : Indonesia 228 km, Garis Pantai: 706km

Wilayah maritim ; laut Teritorial : 12 nm, zona perbatasan : 24 nm, zona ekonomi eksklusif : 200 nm

Iklim ; tropis; panas, lembab; dipengaruhimusim panas dan hujan

Struktur tanah : Pegunungan.

Ketinggian : titik terendah : Laut Timor, Laut Savu, and Laut Banda : 0 m titik tertinggi : Foho Tatamailau : 2,963 m

Kekayaan Alam : Emas, Minyak Bumi, Gas Alam, Mangan, Biji-bijian. Tanah : tanah yang baik untuk ditanami : 8.2%, tanah subur : 4.57% lainnya : 87.23% (2005). Tanah Irigasi : 1,065 ² km

Bencana Alam : Banjir dan longsor sudah umum terjadi, gempa bumi, tsunami,

angin topan tropis

Timor berasal dari bahasa melayu yang berarti timur, pulau

Timor adalah bagian dari wilayah melayu dan merupakan

kepulauan Sunda Lesser terbesar dan paling timur.

Masalah lingkungan : Penyebaran pertanian dengan pembakaran hutan telah

menyebabkan banyaknya penebangan hutan dan erosi tanah

  1. Resume Weekly News :

  1. Keadaan Timur Leste bergolak. Sejak lepas dari Indonesia pada 1999, keadaan Timor Leste salalu jadi bahan pembicaraan berbagai kalangan. Perpecahan di dalam kubu kubu politik menjadikan negara ini sebagai negara yang penuh dengan pertumpahan darah. Puncakya adalah saat penembakan yang terjadi atas Presiden Timor Leste Ramos Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmao merupakan insiden mengejutkan. penyerang pemberontak terhadap Pemerintahan pada 11 Februari 2008, menyebabkan keadaan di Timor Leste kembali menjadi tidak stabil, penyerangan oleh pemberontak pimpinan Alfredo Reinado, yang mengakibatkan tertembaknya Presiden Ramos Horta, Ramos-Horta, penerima penghargaan Nobel perdamaian, menderita beberapa luka tembak akibat penyerangan di tempat tinggalnya, yang menewaskan pemimpin pemberontak Alfredo Reinado, PM Xanana Gusmão selamat tanpa cidera apa pun sedangkan Presiden Ramos-Horta selamat dengan dua luka tembak. Ia pun terpaksa dievakuasi dari Dili ke Rumah Sakit Royal Darwin untuk menjalani perawatan intensif sejak 11 Februari malam. Ketakutan awal akan kerusuhan oleh pendukung muda Reinado tak terbukti, tapi perburuan oleh tentara asing serta polisi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan polisi negara atas 17 pemberontak, yang dituduh terlibat dalam serangan itu, berlangsung. Kepolisian Timor Timur menahan lebih dari 200 orang pelanggar undang-undang darurat itu, kata polisi di Dili pada Senin. Pasukan polisi bersama pasukan asing dan angkatan bersenjata Timor Timur melancarkan gerakan terhadap pemberontak, yang diyakini terlibat dalam upaya pembunuhan pada pekan sebelumnya itu. hingga sekarang Presiden Ramos Horta sudah sembuh dan menganggap bahwa serangan pemberontak Alfredo Reinado mendapat bantuan dari Indonesia.

  2. Banyaknya konflik yang terjadi pra dan pasca kemerdekaan membuat negara yang masih terpuruk ini semakin menderita, konflik yang terjadi membuat fasilitas dan infrastruktur yang ada semakin berkurang karena rusak dan hancur, sehingga Timor Leste membutuhkan bantuan pihak asing untuk memulihkan pembangunan dan keamanan, tentara Timor Leste yang hanya 1200 dan minim peralatan militer, tidak bisa mengatasi permasalahan yang kompleks, ditambah lagi dengan komflik intern dalam militer sendiri yang mengakibatkan kepala polisi militer Falintil-Forcas da Defesa de Timor-Leste atau Falintil-FDTL, Alfredo Reinado memutuskan keluar dari militer Timor leste. Pada tahun 2006, Alfredo bersama 600 pengikutnya melakukan desersi. Atas perintah Perdana Menteri Mari Alkatiri, mereka kemudian dipecat. Kemarahan atas pemecatan massal itu membuat mereka melakukan perlawanan. Bentrokan pun tak terhindarkan. Hingga mencapai klimaksnya pada tanggal 11 Februari 2008 dengan penyerangan mereka terhadap Presiden Ramos Horta dan PM Xanana Gusmao. Tragedi ini menjadi penyebab ketidakstabilan situasi di negara tersebut. Membuat negara ini semakin sulit untuk merecovery bidang perekonomian dan pembangunannya.

4 Komentar

  1. asep, tugas loe bagus bnget, bantu gw dong? tp u masih di sukabumikan?

  2. hi….asep thx yah da memberi gambaran buat aku,,

  3. Wahhh ! Terima kasihhh ats ini! :p

  4. akan lebih baik jika anda kesana,banyak orang indonesia disana termasuk saya n anda bisa menghubugi kedutaan indonesia di Timor Leste


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kalender

    • Desember 2016
      S S R K J S M
      « Feb    
       1234
      567891011
      12131415161718
      19202122232425
      262728293031  
  • Cari